Tampilkan postingan dengan label Manfaat Menggambar untuk Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manfaat Menggambar untuk Anak. Tampilkan semua postingan

Kurikulum Pemerintah 20019

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 58 Tahun 2009 Tentang Standar Pendidikan Usia Dini menjelaskan tingkat pencapaian perkembangan Kelompok usia 5<6 tahun adalah sebagai berikut:
 a. Anak sudah dapat menggambar sesuai gagasannya,
 b. Meniru bentuk,
c. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan,
d. Menggunakan alat tulis dengan benar,
e. Menggunting sesuai dengan pola,
f. Menempel gambar dengan tepat,
g. Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara detail.

4 P dalam menggembangkan Kreativitas Anak

Penerapan pendekatan 4 P (Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk) dalam mengembangkan kreativitas menurut Utami Munandar (2009: 89) dapat mempengaruhi perilaku anak dalam menampilkan ciri-ciri pribadi kreatif.

Keempat segi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut;

1) Segi pribadi, kreativitas adalah hasil keunikan pribadi dalam berinteraksi dengan lingkungan dan merupakan penggambaran adanya berbagai ciri khusus dalam tiap individu. Cirinya antara lain berupa rasa ingin tahu, mempunyai minat yang luas, berani mengambil resiko, mempunyai prakarsa, kepercayaan diri, tekun, dan ulet dalam mengerjakan tugas yang diminati dan diyakini.

2) Segi pendorong, merupakan suatu kondisi yang memotivasi seseorang pada perilaku kreatif. Pendorong kreativitas ini dapat berupa hasrat yang kuat pada diri individu dan dapat pula berupa penghargaan dari orang lain (orangtua, guru), serta tersedianya sarana dan prasarana penunjang sikap kreatif.

3) Segi proses, kreativitas adalah hasil dari tahapan pengalaman seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan. Kreativitas ditinjau dari segi proses yaitu sebagai suatu kemampuan untuk membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua konsep atau lebih yang sudah ada dalam pikiran.

4) Segi produk, kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau menghasilkan produk-produk baru atau kombinasi dari hal sebelumnya yang sudah ada. Produk tersebut dapat berupa ide-ide baru, penemuan-penemuan baru, maupun teknologi baru yang memungkinkan manusia dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Ciri-ciri Kreativitas Anak

Ciri-ciri Kreativitas Anak menurut pendapat Utami Munandar (2009: 71) meliputi:

1) Rasa ingin tahu yang luas dan mendalam
2) Sering mengajukan pertanyaan yang baik
3) Memberikan banyak gagasan atau usul terhadap suatu masalah
4) Bebas dalam menyatakan pendapat
5) Mempunyai rasa keindahan yang dalam
 6) Menonjol dalam salah satu bidang seni
 7) Mampu melihat suatu masalah dari berbagai segi/sudut pandang
 8) Mempunyai rasa humor yang luas
9) Mempunyai daya imajinasi
10) Orisinal dalam ungkapan gagasan dan dalam pemecahan masalah.

Sumber : Utami Munandar. (2009). Pengembangan kreativitas Anak Berbakat. Jakarta. Rineka Cipta.

Menggambar Bebas dalam Kreativitas

Menurut Widia Pekerti (2008:8.59) menggambar bebas
merupakan proses mencurahkan dorongan emosi atau perasaan terdalam yang dituangkan secara spontan kedalam bentuk ungkapan pribadi yang sifatnya subjektif.

Menurut Pamadhi (2009:2.10) ada beberapa menfaat menggambar bebas antara lain
 (1)sebagai alat cerita,
(2)sebagai media mencurahkan perasaan,
(3)sebagai alat bermain,
 (4)melatih ingatan,
(5)melatih berpikir komprehensif,
(6)sebagai media 4 keseimbangan,
 (7)sebagai media sublimasi perasaan,
 (8)mengembangkan kecakapan emosional,
 (9)menggambar melatih kreativitas anak
, (10)melatih ketelitian melalui pengematan langsung.

 Dari beberapa manfaat tersebut dapat diambil kesimpilan bahwa kegiatan menggambar bebas mempunyai manfaat salah satunya adalah menggambar bebas dapat melatih kreativit


Sumber:
Pamadhi, Hajar dan S. Evan Sukardi.2009. Seni Keterampilan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka


Menggambar - Pamadhi

Menurut Pamadhi (2009:2.5)
 menggambar adalah proses mengungkapkan ide, perasaan, pengalaman dan yang dilihatnya dengan cara mencoret, menggores, menorehkan benda tajam ke benda lain dan memberi warna sehingga menimbulkan gambar.

Menggambar adalah kegiatan mengungkapkan ide, perasaan, pengalaman, imajinasi dengan cara mencoret, menggores, menorehkan benda tajam, memberi warna dengan menggunakan teknik dan alat.

Sumber:
Pamadhi, Hajar dan S. Evan Sukardi.2009. Seni Keterampilan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka

Jenis permainan-permainan yang dapat meningkatkan kreativitas Anak

Menurut Suyadi (2009) permainan-permainan yang dapat meningkatkan kreativitas antara lain

(a)mendongeng,
(b)menggambar,
(c)bermain alat musik sederhana,
(d)bermain dengan lilin atau malam,
(e)permainan tulisan tempel,
(f)permainan dengan balok,
(g)berolahraga.

Bermain memberikan kesempatan pada anak untuk bereksperimen dengan gagasan barunya, mengekspresikan dorongan-dorongan kreatifnya sebagai kesempatan untuk merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru, menemukan hubungan yang baru antara sesuatu dengan sesuatu yang lain serta mengartikannya dalam banyak alternatif cara, selain itu bermain memberikan kesempatan pada individu untuk berpikir dan bertindak imajinatif, serta penuh daya khayal yang erat hubungannya dengan perkembangan kreativitas anak

Sumber : Suyadi. 2009. Permainan Edukatif yang Mencerdaskan. Yogyakarta: Power Books

Peran Pendidik dalam perkembangan Kreativitas Anak

Menurut Sumanto (2007:86)

 ada beberapa peran pendidik dalam perkembangan kreativitas antara lain


(1)menerima anak sesuai tingkat perkembangannya serta kelebihan dan kekurangannya,
(2)upayakan lingkungan yang nyaman sesuai usia anak,
(3)rencanakan kegiatan dan sediakan bahan-bahan kreatif dan inovatif,
(4)jika anak mengalami kesalahan dan kegagalan janganlah menunjukkan kekecewaan tetapi berikan motivasi untuk mencoba lagi sehingga anak memperoleh pengalaman keberhasilan.selain pendidik di sekolah, lingkungan keluarga atau orang tua juga perlu memberikan kesempatan dan dorongan kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Rasa aman di lingkungan merupakan kondisi yang penting bagi tumbuhnya kreativitas anak.

Sumber : Sumanto. 2005. Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak TK. Jakarta: Depdiknas

Program yang dapat Membantu Menggembangkan Kreativitas Anak

Menurut Rachmawati (2010:41) ada beberapa arahan program untuk membantu mengembangkan kreativitas anak usia Taman Kanak-kanak, diantaranya
(1) kegiatan pembelajaran bersifat menyenangkan,
 (2)pembelajaran dalam bentuk kegiatan bermain,
(3) Mengaktifkan anak,
(4)Memadukan aspek pembelajaran dan perkembangan,
(5)Pembelajaran dalam bentuk kegiatan konkret

Rachmawati, Yeni dan Euis Kurniati. 2005. Strategi Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia Taman Kanak-kanak. Jakarta: Depdiknas

Faktor yang dapat menggembangkan Kreativitas pada anak

Menurut Rachmawati (2010:27) beberapa faktor yang yang dapat mengembangkan kreativitas adalah

rangsangan mental,
iklim
lingkungan,
peran guru
 peran orang tua.

Rachmawati, Yeni dan Euis Kurniati. 2005. Strategi Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia Taman Kanak-kanak. Jakarta: Depdiknas

Arti Kreativitas

Menurut Rachmawati (2010:2)
kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilakan gagsan atau ide yang pada dasarnya baru dan sebelumnya belum dikenal pembuatnya. 

Menurut Musbikin (2009:113)
kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan yang baru atau tidak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan konsep yang tidak sekedar menghafal. 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang memulai ide atau gagasan untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam memformulasikan konsep yang tidak sekedar menghafal yang muncul secara alamiah dari dalam diri seseorang.

Rachmawati, Yeni dan Euis Kurniati. 2005. Strategi Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia Taman Kanak-kanak. Jakarta: Depdiknas

Unsur- Unsur Kreavitas pada anak

Menurut sumanto (2005:37) unsur-unsur kreativitas ada tujuh yaitu
 (1)kreativitas merupakan proses bukan hasil,
 (2)proses itu mempunyai tujuan yang mendatangkan diri sendiri atau kelompoknya,
 (3)kreativitas mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru,
(4)kreativitas timbul dari pemikiran divergen atau luas,
(5)kemampuan untuk mencipta tergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima,
(6)kreativitas merupakan cara berfikir,
(7)kreativitas merupakan bentuk imajinasi yang dikendalikan dan menjurus kearah bentuk prestasi

Sumber: Sumanto. 2005. Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak TK. Jakarta: Depdiknas

Tahapan Menggambar pada Anak

Goresan pensil yang berujud coret-coret adalah dasar dan permulaan anak untuk membuat gambar-gambar yang berarti.

 Viktor Lowenfeld dalam Dewobroto (2005) mengemukakan tahapan perkembangan anak lewat menggambar yaitu:

1. Umur 2-4 tahun (masa mencoreng/scribbling period) Aktivitas motorik yang terwujud dalam goresan tebal tipis dengan arah yang belum terkendali dan warna tidak begitu penting.

2. Umur 4-7 tahun ( masa pra bagan/pre schematic period) Aktivitas yang dilakukan oleh anak pada usia ini sudah terkendali.
 Ia sudah bisa mengkoordinasikan pikiran dengan emosi dan kemampuan motoriknya. Anak mulai menggambar bentuk-bentuk yang berhubungan dengan alam sekitarnya.

 Pada mulanya bentuk sulit dikenali, misalnya manusia, rumah, dan pohon, perhatian lebih tertuju pada hubungan antara gambar dengan objek dari pada warna dan objek (Dewabroto, 2005
3. Umur 7-9 tahun (masa bagan/schematic period) Anak sudah dapat menggambar berwujud bentuk (bagan) dan garis tertentu. Bagan adalah konsep tentang bentuk dasar dari objek visual. Semakin besar pula kemungkinan untuk berekspresi. Anak sudah semakin teliti dan sudah mengetahui bagaimana hubungan dirinya dengan lingkungan sekitarnya.

4. Umur 9-12 tahun (masa permulaan realisme/ early realism) Konsep bagan yang sudah ada pada masa sebelumnya sudah mendetail lagi. Konsep tentang manusia tidak hanya pada kepala, tubuh tangan dan kaki saja tetapi juga jari, pakaian, perhiasan rambut. Bahkan sudah membedakan laki-laki dan perempuan.

5. Umur 12-14 tahun (masa realisme semu) Pada usia ini intelegensi sudah makin berkembang. Ada pendekatan realistis terhadap alam sekitarnya meskipun belum sadar sepenuhnya. Tingkah laku mereka tampak makin kompleks, banyak bergerak dan banyak yang ingin diketahui serta timbul kebutuhan untuk bekerjasama

Diambil dari Sumber :
Penulis:Nunuk Nur Shokiyah
Judul : ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN MELUKIS DENGAN KEBUTUHAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA



Manfaat Menggambar pada Anak (Meningkatkan Motorik Halus)

Peranan Kegiatan Menggambar Dalam Meningkatkan Motorik Halus

Motorik halus anak adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih.

Misalnya kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis, menggambar, dan sebagainya.

Sujiono, dkk (2007: 37) menyatakan bahwa :

koordinasi gerak halus antara tangan dan mata dikembangkan melalui permainan seperti membentuk dengan tanah liat plastisin, menggambar, mewarnai dan menggunting.
Kemampuan gerak motorik halus akan berpengaruh pada kesiapan memegang pensil secara benar. Kemampuan daya lihat juga  merupakan gerakan halus lain yang dapat melatih kemampuan melihat ke arah kanan dan kiri.

Keadaan ini sesuai dengan penelitian Sumantri (2005: 144) bahwa :
motorik halus penting karena ini nantinya akan dibutuhkan anak dari segi akademis. Kegiatan akademis tersebut seperti menulis, menggunting, menjiplak, mewarnai, melipat, menarik garis dan menggambar. 

Hal ini sejalan dengan pendapat Sugiyanto (2006:320) bahwa :

penguasaan motorik halus penting bagi anak, karena seiring makin banyak keterampilan motorik yang dimiliki semakin baik pula penyesuaian sosial yang dapat dilakukan anak serta semakin baik prestasi di sekolah.

Ada tiga aspek yang diamati dalam meningkatkan motorik halus melalui kegiatan menggambar, sebagai berikut:


1. Kelenturan 

Menggambar sebagai salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak yang melibatkan otot, syaraf,otak, dan jari jemari tangan. Ketika menggambar, jari jemari tangan anak dilatih kelentuannya sehingga dapat memegang pensil dengan benar. Melihat dari hasil pengamatan pada minggu pertama, pihak guru perlu membimbing anak dengan metode dalam menggambar dan motivasi agar kelenturan tangan mereka saat menggambar lebih berkembang.


2. Gerakan mengoles warna 

Gambar adalah tergolong jenis karya seni rupa dua dimensi artinya hanya memiliki permukaan yang ditentukan oleh ukuran panjang dan lebar. Oleh karena itu, gambar dapat dituangkan pada bahan-bahan yang berkarakter memiliki permukaan, baik permukaan datar maupun melengkung. Melalui menggambar anak dapat merekfleksikan kebutuhan jiwa dan fisiknya (gerakan tangan) yang dapat dituangkan melalui berbagai media Segala sesuatu yang ada hubungan dengan gerakan-gerakan tubuh, dalam hal ini otot, syaraf dan otak merupakan bagian dari motorik. Keterampilan motorik anak merupakan kemampuan seorang anak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian gerak dan kemampuan memusatkan perhatian, salah satunya melalui gerakan mengoles warna pada gambar. Gerakan ini dapat merangsang jari jemaria anak untuk lebih terampil dan dapat meningkatkan motorik halus anak.


3. Menggambar sesuai bentuk 

Kata menggambar atau kegiatan menggambar dapat diartikan sebagai memindahkan satu atau beberapa objek ke atas bidang gambar tanpa melibatkan emosi, perasaan dan karakter penggambarnya. Pemindahan ini dalam pengertian pemindahan bentuk atau rupa dengan memperkecil atau memperbesar ukuran keseluruhan yang untuk kepentingan tertentu dapat juga mempergunakan skala perbandingan (perbandingan ukuran) secara akurat. Hasil gambarnya menunjukkan kreativitas maupun keterampilan penggambar dalam menampilkan ketepatan bentuk maupun jenis benda yang digambar. Di Taman Kanak-kanak ini menggambar sesuai bentuk tidaklah seperti penggambar dewasa, tetapi anak hanya dituntuk untuk dapat menggambar sesuai pola yang telah diajarkan oleh guru tanpa dilihat dari ukuran maupun hasil gambarnya yang tepat seperti keadaan benda yang sebenarnya. Melihat dari hasil pengamatan pada minggu pertama yang masih kurang maksimal. Maka guru perlu memaksimalkan motivasi, bimbingan dan latihan yang dapat memunculkan minat anak. Guru juga perlu menguasai teknik menggambar sesuai bentuk yang menyenangkan sehingga membuat anak lebih tertarik lagi belajar menggambar dan menghasilkan karya yang terbaik.


dikutip dari :Arni  Anggriyani
Judul :  PERANAN KEGIATAN MENGGAMBAR DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK DI KELOMPOK B TK BUNGAMPUTI DWP UNTAD PALU

Sumber Lainnya :http://www.bioon.com/bioline/neurosci/course/spinal5.gif